99 Cahaya Di
Langit Eropa merupakan film bergenre drama, religi yang diangkat dari sebuah
novel laris karangan Hanum Salsabiela Rais
dan Rangga Almahendra. Dibuat dengan bantuan Maxima Pictures dengan pembuatan
film yang terbilang mahal. Film garapan sutradara terkenal bernama Guntur
Soeharjanto ini banyak mendapatkan pujian sekaligus berbagai penghargaan.
Pujian yang didapat antara lain pujian dari Bapak Presiden kita pada masa itu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Film
yang sukses membuat berjuta penonton terkesima ini benar benar layak untuk
ditonton oleh siapapun dari berbagai kalangan. Dari kalangan muda hingga yang
tua. Apresiasi masyarakat yang begitu bagus menjadikan film ini sebagai film
terbagus pada masa itu.
Cerita yang
membawa kita sukses menjelajah dunia sejarah ini menyingkap berbagai misteri
dan juga perkemabangan Islam di Eropa. Hanum (diperankan oleh Acha Septiasa),
seorang muslim beraliran darah Indonesia mulai menjajahkan kakinya di Eropa
tatkala dia mengikuti sang suaminya Rangga (diperankan oleh Abimana
Aryasatya) untuk bersekolah doktorat mengambil S3. Vienna merupakan kota di Austria yang
ditempati oleh mereka berdua. Berawal dari pertemuannya dengan seorang wanita
muslim berjilbab bernama Fatma Pasha (diperankan oleh Raline Shah).
Dia mulai mengenal perkembangan islam dinegara yang dia tinggali ini. Ayse
(diperankan oleh Geccha Tavvara), putri
dari Fatma juga turut andil dalam perjalanan Hanum untuk menjelajahi
perkembangan islam di Eropa. Dimulai dari perjalanannya menuju bukit Kahlenberg
yang merupakan salah satu tempat sejarah akan perkembangan islam di Eropa. Asal
mula biji Cappucino yang berasal dari Turki, bahkan asal mula roti croissant yang dikatakan
sebagai perlambangan kekalahan Turki. Berbagai macam keindahan arsitektur
gereja yang mengikuti arsitetektur masjid. Tempat – tempat bersejarah lainnya
yang menunjuukan perkembangan islam pun tak luput dari perjalan mereka bertiga.
Sesekali mereka bertemu dengan orang yang tak sengaja menjelekkan bangsa Turki
maupun menjelekkan islam. Fatma yang merupakan Agensi Islam pun mengajak Hanum
untu bergabung. Bersama dengan kedua temannya. Mereka ingin mencari
perkembangan islam yang lainnya. Rangga pun tak luput dari perjalan itu. Dia
pun mulai mengetahui perkembangan islam dari mukut sang istirinya. Rangga
mengalami banyak percobaan diataskan nama agama yang dianutnya. Dimulai dari
tempat ibadah yang tidak disediakan sekolah.
Bahkan sholat juamat yang
bersamaan dengan ujian kelulusannya. Cobaan itu terus datang. Tetapi sahabat
nya, Khan (diperankan oleh Alex Abbad) seorang muslim berasal dari
Pakistan ini terus mendorongnya untuk tidak terjerumus. Sedangkan sahabatnya
yang lain bernama Stefan (diperankan oleh Nino
Fernandez) selalu bertanya tentang agama yang dianut oleh sahabat
itu, Rangga bahkan sering kali dia beradu mulut dengan Khan akibat dari perbedaan. Perjalanan Hanum tak henti
sampai di Vienna saja. Akibat dari rekomendasi Profesor Reinhard, dosen Rangga.
Mereka berdua bisa menjelajah pergi ke Paris dan menambah pengetahuan mereka
tentang perkembangan islam di Eropa. Bertemu dengan Marion Latimer (diperankan
oleh Dewi Sandra) sebagai sejarawan, teman baik Fatma. Hanum mulai menyibak fakta
tentang islam. Sayangnya setelah dia kembali ke Vienna. Hanum tidak bisa
menemui Fatma, sahabatnya itu. Fatma dan keluarga nya seperti hilang dimakan
bumi entah kemana. Hingga akhirnya Hanum mengetahui bahwa Ayse mengalami sakit
kanker dari sebuah bingkisan yang diterimanya dari Marion.
Jalan cerita
yang mengekspos sejarah tentang perkembangan Islam ini tak jauh dari film
bergenre petualang ini. Film Adriana yang cukup fenomenal ditahunnya merupakan
film yang mengedepankan semangat petualang memecahkan teka teki yang berujung
dengan fakta dari daerah Jakarta itu sendiri. Adriana itu sendiri menceritakan
tentang tiga orang anak muda yang mencoba memecahkan misteri dibalik teka teki
yang didapatkan. Teka teki itulah ujung
tombak dari penambahan pengetahuan mereka tentang sejarah kota mereka, Jakarta.
Bersama Adriana (diperankan oleh Eva Cellia), Mamen (Adipati Dolken), dan juga
Sobar (Kevin Julio) memecahkan misteri itu.
Dari kedua film
ini jika dibandingkan memiliki persamaan jalan cerita yang sama sama menggali
fakta yang tak diketahui oleh penonton. Penggunaan bahasa yang begitu
dimengerti dari penonton merupakan nilai plus dari kedua film ini. Walaupun
dikedua film ini terlihat persamaan jalan cerita. Tetapi dalam hal menyajikan
film, sutradara dari kedua film ini menyajikan karakter yang kuat dan khusus yang
mereka miliki untuk mendapatkan suatu film yang unik.
Film 99 Cahaya
Di Langit Eropa merupakan film terbaik. Tetapi jauh dari keunggulan yang
ditampilkan. Film ini pun memiliki macam kekurangan yang terlihat jelas.
Seperti hal nya tidak dituliskan nama tempat yang dituju. Tujuan dari penulisan
nama itu hanya untuk mempermudah penonton untuk mengetahui tempat yang
dikunjungi sehingga penonton yang penasaran pun bisa mencari tahu tentang
sejarah tempat itu. Dan juga kekurangan divokal membuat penonton harus ekstra
mendengar dengan konsentrasi yang tinggi. Kurang kencangnya suara vocal dari
pemain juga merupakan kekurangan dari film ini. Penggunaan backsound yang
jarang dan tak seirama dengan jalannya cerita juga termasuk dalam kekurangan.
Dari kekurangan itu, film ini menyajikan kelebihan yang cukup banyak untuk
penonton. Selain menambah informasi tentang perkembangan islam. Film ini pin
mampu mengajak penontonnya untuk turut merasakan perasaan terkejut dalam
penafsiran fakta yang ada.
Dalam film 99
Cahaya Di Langit Eropa ini terlihat suatu kebanggaan yang harus dimiliki oleh
setiap muslim dimanapun. Karena islam lah yang merupakan ujung tombak dari
perkembangan di Eropa. Nilai pengetahuan dan rasa bangga yang ditampilkan dalam
film ini begitu terasa disetiap scene didalam film. Benar benar dapat membuat penonton terkagum dalam
setiap penjelasan disetiap sesi nya. Amanat yang disampaikan pun begitu jelas dan
terasa sampai dihati penonton. Rasa kekaguman menjadi seorang muslim haruslah
dipertahankan karena seharusnya seorang muslim tidak malu mengatakan dirinya
muslim didepan orang non muslim lainnya. Amanat yang begitu bagus untuk
dijadikan pedoman.
Ditunggu ya comment kalian :)



Dah bagus moca. Lebih teliti lagi supaya tdk salah ketik.rajin menulis ya.judul riview buat lebih menarik.
BalasHapusHehe, iya bu makasih
BalasHapusYa mana kelebiha?
BalasHapus