Sabtu, 07 Maret 2015

Review Film 99 Cahaya Di Langit Eropa

99 Cahaya Di Langit Eropa merupakan film bergenre drama, religi yang diangkat dari sebuah novel laris karangan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Dibuat dengan bantuan Maxima Pictures dengan pembuatan film yang terbilang mahal. Film garapan sutradara terkenal bernama Guntur Soeharjanto ini banyak mendapatkan pujian sekaligus berbagai penghargaan. Pujian yang didapat antara lain pujian dari Bapak Presiden kita pada  masa itu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Film yang sukses membuat berjuta penonton terkesima ini benar benar layak untuk ditonton oleh siapapun dari berbagai kalangan. Dari kalangan muda hingga yang tua. Apresiasi masyarakat yang begitu bagus menjadikan film ini sebagai film terbagus pada masa itu. 
 

Cerita yang membawa kita sukses menjelajah dunia sejarah ini menyingkap berbagai misteri dan juga perkemabangan Islam di Eropa. Hanum (diperankan oleh Acha Septiasa), seorang muslim beraliran darah Indonesia mulai menjajahkan kakinya di Eropa tatkala dia mengikuti sang suaminya Rangga (diperankan oleh Abimana Aryasatya) untuk bersekolah doktorat mengambil  S3. Vienna merupakan kota di Austria yang ditempati oleh mereka berdua. Berawal dari pertemuannya dengan seorang wanita muslim berjilbab bernama Fatma Pasha (diperankan oleh Raline Shah). Dia mulai mengenal perkembangan islam dinegara yang dia tinggali ini. Ayse (diperankan oleh Geccha Tavvara), putri dari Fatma juga turut andil dalam perjalanan Hanum untuk menjelajahi perkembangan islam di Eropa. Dimulai dari perjalanannya menuju bukit Kahlenberg yang merupakan salah satu tempat sejarah akan perkembangan islam di Eropa. Asal mula biji Cappucino yang berasal dari Turki, bahkan  asal mula roti croissant yang dikatakan sebagai perlambangan kekalahan Turki. Berbagai macam keindahan arsitektur gereja yang mengikuti arsitetektur masjid. Tempat – tempat bersejarah lainnya yang menunjuukan perkembangan islam pun tak luput dari perjalan mereka bertiga. Sesekali mereka bertemu dengan orang yang tak sengaja menjelekkan bangsa Turki maupun menjelekkan islam. Fatma yang merupakan Agensi Islam pun mengajak Hanum untu bergabung. Bersama dengan kedua temannya. Mereka ingin mencari perkembangan islam yang lainnya. Rangga pun tak luput dari perjalan itu. Dia pun mulai mengetahui perkembangan islam dari mukut sang istirinya. Rangga mengalami banyak percobaan diataskan nama agama yang dianutnya. Dimulai dari tempat ibadah yang tidak disediakan sekolah. 
Bahkan sholat juamat yang bersamaan dengan ujian kelulusannya. Cobaan itu terus datang. Tetapi sahabat nya, Khan (diperankan oleh Alex Abbad) seorang muslim berasal dari Pakistan ini terus mendorongnya untuk tidak terjerumus. Sedangkan sahabatnya yang lain bernama Stefan (diperankan oleh Nino Fernandez) selalu bertanya tentang agama yang dianut oleh sahabat itu, Rangga bahkan sering kali dia beradu mulut dengan Khan akibat  dari perbedaan. Perjalanan Hanum tak henti sampai di Vienna saja. Akibat dari rekomendasi Profesor Reinhard, dosen Rangga. Mereka berdua bisa menjelajah pergi ke Paris dan menambah pengetahuan mereka tentang perkembangan islam di Eropa. Bertemu dengan Marion Latimer (diperankan oleh Dewi Sandra) sebagai sejarawan, teman baik Fatma. Hanum mulai menyibak fakta tentang islam. Sayangnya setelah dia kembali ke Vienna. Hanum tidak bisa menemui Fatma, sahabatnya itu. Fatma dan keluarga nya seperti hilang dimakan bumi entah kemana. Hingga akhirnya Hanum mengetahui bahwa Ayse mengalami sakit kanker dari sebuah bingkisan yang diterimanya dari Marion.


Jalan cerita yang mengekspos sejarah tentang perkembangan Islam ini tak jauh dari film bergenre petualang ini. Film Adriana yang cukup fenomenal ditahunnya merupakan film yang mengedepankan semangat petualang memecahkan teka teki yang berujung dengan fakta dari daerah Jakarta itu sendiri. Adriana itu sendiri menceritakan tentang tiga orang anak muda yang mencoba memecahkan misteri dibalik teka teki yang didapatkan.  Teka teki itulah ujung tombak dari penambahan pengetahuan mereka tentang sejarah kota mereka, Jakarta. Bersama Adriana (diperankan oleh Eva Cellia), Mamen (Adipati Dolken), dan juga Sobar (Kevin Julio) memecahkan misteri itu.
Dari kedua film ini jika dibandingkan memiliki persamaan jalan cerita yang sama sama menggali fakta yang tak diketahui oleh penonton. Penggunaan bahasa yang begitu dimengerti dari penonton merupakan nilai plus dari kedua film ini. Walaupun dikedua film ini terlihat persamaan jalan cerita. Tetapi dalam hal menyajikan film, sutradara dari kedua film ini menyajikan karakter yang kuat dan khusus yang mereka miliki untuk mendapatkan suatu film yang unik.
Film 99 Cahaya Di Langit Eropa merupakan film terbaik. Tetapi jauh dari keunggulan yang ditampilkan. Film ini pun memiliki macam kekurangan yang terlihat jelas. Seperti hal nya tidak dituliskan nama tempat yang dituju. Tujuan dari penulisan nama itu hanya untuk mempermudah penonton untuk mengetahui tempat yang dikunjungi sehingga penonton yang penasaran pun bisa mencari tahu tentang sejarah tempat itu. Dan juga kekurangan divokal membuat penonton harus ekstra mendengar dengan konsentrasi yang tinggi. Kurang kencangnya suara vocal dari pemain juga merupakan kekurangan dari film ini. Penggunaan backsound yang jarang dan tak seirama dengan jalannya cerita juga termasuk dalam kekurangan. Dari kekurangan itu, film ini menyajikan kelebihan yang cukup banyak untuk penonton. Selain menambah informasi tentang perkembangan islam. Film ini pin mampu mengajak penontonnya untuk turut merasakan perasaan terkejut dalam penafsiran fakta yang ada.
Dalam film 99 Cahaya Di Langit Eropa ini terlihat suatu kebanggaan yang harus dimiliki oleh setiap muslim dimanapun. Karena islam lah yang merupakan ujung tombak dari perkembangan di Eropa. Nilai pengetahuan dan rasa bangga yang ditampilkan dalam film ini begitu terasa disetiap scene didalam film. Benar  benar dapat membuat penonton terkagum dalam setiap penjelasan disetiap sesi nya.  Amanat yang disampaikan pun begitu jelas dan terasa sampai dihati penonton. Rasa kekaguman menjadi seorang muslim haruslah dipertahankan karena seharusnya seorang muslim tidak malu mengatakan dirinya muslim didepan orang non muslim lainnya. Amanat yang begitu bagus untuk dijadikan pedoman.

Ditunggu ya comment kalian :)

3 komentar:

  1. Dah bagus moca. Lebih teliti lagi supaya tdk salah ketik.rajin menulis ya.judul riview buat lebih menarik.

    BalasHapus